Oleh : Ey-nh@ El-Irh@by
Segala puji bagi Allah Ta’ala, kita memuji-Nya dan kita senantiasa
memohon ridho dari-Nya. Mudah-mudahan kita termasuk di antara orang-orang yang
di mudahkan untuk bertemu dengan-Nya.Sholawat serta Salam semoga tetap tercurah
kepada sang guru dan teladan segenap umat manusia Nabi Muhammad
SAW.Mudah-mudahan
kita mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat kelak.
Agama islam awalnya adalah agama asing yang lahir di tengah komunitas
paganisme. Kelahirannya merupakan ancaman besar bagi keutuhan para pemuja dewa
dan penyembah berhala. Maka, segala upaya mereka lakukan untuk memberangus
agama baru ini. Sikap seperti inilah
justru yang menguntungkan bagi islam. Orang akan semakin tertarik karena merasa
terheran, kelebihan apa yang dimiliki oleh islam, sehingga ia harus di bumi
hanguskan ?. Berbagai bentuk intimidasi mulai dari teror mental hingga teror
fisik tak membuat laju agama baru
melamban tapi justru semakin pesat. Hingga pembuat skenario perjalanan hidup
yaitu Allah ta’ala,memerintahkan agar Nabi dan para pengikutnya menjejal bumi
baru yang lebih aman.
Bumi baru telah di huni,babak baru perjalanan hidup manusia-manusia
beriman pun baru saja di mulai. Singkat kisah,untuk mengikat erat-erat
loyalitas para pengikutnya,Nabi menginstruksikan kepada para sahabat untuk
bersama-sama membangun masjid sebagai symbol kesatuan dan kekuatan. Ide brilian
ini tidak semata-mata buah pikiran dari Beliau namun atas dasar tuntunan Wahyu dari Allah Ta’ala.
Dari Markas suci inilah akhirnya lahir dan bermunculan
personel-personil muslim yang pemberani dan tangguh,yang punya andil besar
dalam kancah da’wah menyebarkan agama Allah ke seluruh penjuru dunia. Sehingga
hamparan bumi tidak pernah kosong kecuali Islam telah menguasainya.
II.
MEMBANGUN MASJID DAN KEUTAMAANNYA
Menyediakan sarana ibadah agar mempermudah orang lain
untuk melaksanakannya adalah bentuk ibadah yag sangat mulia. Agam islam
memberikan balasan bagi amalan baik ini dengan yang lebih baik.
Rosululloh bersabda :
“Barang siapa yang membangun masjid karena mencari ridho Allah, maka
Allah akan membangunkan baginya satu rumah di jannah “.( HR.MUSLIM )
Diantara keutamaan-keutamaan
masjid adalah :
1.Masjid
adalah rumah Allah
Allah Berfirman :
“ (Bertasbih kepada Allah ) di rumah-rumah
yang telah di perintahkan untuk di muliakan dan di sebut nama-Nya di dalamnya
di waktu pagi dan sore hari “. ( QS.An-Nuur 24:36 )
2. Masjid juga
rumah bagi orang mu’min
Nabi Bersabda :
“ Masjid adalah rumah setiap mu’min “ ( HR.Abu
Nu’aim )
3.Allah akan
menyenangkan para pemakmurnya.
Nabi
Bersabda :
“Tidaklah seseorang berdiam di
masjid untuk sholat dan zdikir melainkan Allah akan membuat wajahnya berseri –
seri,sebagaiman orang yang lama pergi kemudian telah kembali lagi “. ( HR.Ibnu
Majah )
III.
ADAB-ADAB BERKAITAN DENGAN MASJID
Masjid adalah tempat yang suci lagi mulia,hendaknya seorang muslim
mengetahui adab-adab yang berkaitan dengannya sebagai bentuk pemuliaan terhadap
rumah Allah Ta’ala
Diantara Adab-adab itu adalah :
1.Mencintai dan memuliakannya dengan berbagai bentuk ibadah,seperti
sholat,zdikir,tilawah Al-qur’an
Allah berfirman :
“Demikianlah (perintah Allah )
dan barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka itu sesungguhnya
timbul dari ketakwaan hati “ ( QS.Al-Hajj 22:32 )
Rosululloh
bersabda :
“Masjid adalah rumah setiap
orang yang bertaqwa Allah memberikan
seseorang -yang menjadikan masjid seperti rumahnya- rahmat dan ia boleh
menempuh jalan menuju ridho Allah “. ( HR.THOBRONI )
2. Menjaga dan merawatnya dengan sebaik mungkin
Annas pernah
berkata : “Barang siapa yang menghidupkan penerang ( lampu ) di masjid malaikat
akan senantiasa memohonkan ampun baginya selama lampu itu belum padam “.
3. Berusaha untuk selalu mendatanginya meskipun rumahnya jauh
Sabda Rosullloh SAW :
:Sesungguhnya orang yang paling
besar pahalanya di dalam solat adalah yang paling jauh perjalanannya,dan orang
yang menunggu sholat hingga ia sholat bersama imam lebih besar pahalanya dari
pada yang sholat kemudian tidur.
4. Tidak menggunakannya untuk urusan dunia seperti jual
beli,mengumumkan barang hilang ,acara-acara lahwu dan lain-lain.
IV.
PERAN DAN FUNGSI MASJID
Masjid tidak hannya berfungsi untuk sholat saja ,namun masjid oleh Nabi
juga di gunakan sebagai markas pentadbiran
( Pengaturan ) roda pemerintahan,mulai dari kaderisasi,musyawarah,hingga
latihan perang.
Syeh Syafiurrhman
al-mubarokafuri berkata :”Masjid itu bukan sekedar tempat untuk
melaksanakan sholat saja,tapi juga sekolahan bagi orang-orang muslim untuk
meneriama pengajaran islamdan bimbingan-bimbingannya,sebagai balai pertemuan
dan tempat untuk mempersatukan berbagai unsur kekabilahan dan sisa –sisa
pengaruh perselisin jahiliyah,sebagai tempat untuk mengatur segalaurusan dan
sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bsrmusyawarah dan mengatur roda
pemerintahan.
Dr.Muhammad bin Muhammad Abu
Syuhbah menetapkan bahwa peran dan fungsi masjid adalah sebagai tempat
ibadah,untuk musyawarah,sebagai sekolahan,tempat pelatihan seni perang,dan
persiapannya,tempat mengobati orang yang terluka,tempat mengumpulkan shodaqoh
dan zakat,tempat memutuskan atau mengislah perkara,dan sebagai markas pengetahuan
untuk membela islam.
V.
HUKUM MELAKSANAKAN SANKSI /
HUKUMAN ( cambuk,rajam,jilid,dll ) DI MASJID
Fungsi masjid sebagaimana yang telah kami paparkan di atas ,tidak
hannya terbatas pada shoalat saja. Namun masjid juga berfungsi untuk mengatur
urusan-urusan kaum muslimin
yang lain. Masyayikh
Dewan fatwa ( lajnah Daimah ) di tanya tentang hukum malaksanakan olah raga di
masjid. Beliau menjawab:boleh, selama tidak melanggar larangan-larangan Allah
dan tidak mengganggu sesuatu yang lebih wajib yaitu sholat berjamaah dan tepat
pada waktunya.
Dengan ini kami simpulkan bahwa melaksanakn hukuman dengan berbagai
bentuknya di bol;ehkan selama tetap menjaga aturan – aturan yang ada serta
tidak melanggar larangan Allah Ta’ala.Begitu juga hendaknya tetap menjaga
kebersihan masjid ,karena ia adalah tempat yang suci.Kami simpulkan demikian
karena tidak kami dapati dalil yang melarang hal itu dan juga tidak kami dapati
contoh langsung dari Nabi.Oleh karena itu hukumnya kembali kepada asalnya yaitu
boleh.dan juga qiyas aula ,maksudnya aktivitas yang ada saja tidak dilarang
apalagi yang sangkut pautnya dengan urusan dien seperti melaksanakan had dan
lain-lain.
0 komentar:
Posting Komentar
Tulis saran dan kritik anda di sini. Harus menggunakan login akun @yahoo, @gmail, @hotmail atau yang lainnya