Jumat, 04 Juli 2014

Label Post:

Pilang, masaran, sragen, Jum'at, 03-07-2014.
Bismillah...
 Saat kita bersama kita tak akan menyadari akan adanya perpisahan,,, namun hal itu pasti terjadi akan adanya...
hal itu merupakan sunnah dari sebuah kehidupan...
Aku tahu, hari ini bukan lagi hari yang sama dengan hari itu. Bukan lagi  hari-hari yang bercerita tentang kebersamaan kita. Aku pun tahu, hari ini telah mengisahkan cerita kita masing-masing, di tempat yang berbeda, dalam ruang yang tak sama.
Sekalipun aku tahu, bahwa setiap perjumpaan memiliki takdir akan perpisahan. Tapi beribu kali pun aku mengalami perjumpaan, tetap saja, aku tak bisa dengan mudah menerima perpisahan. Ada jarak yang kemudian membentang, sesaat setelah kata pisah itu terucap. Entah perpisahan itu terpaksa ataupun disengaja, semuanya tetap mencipta resah di dalam hati. Itulah kenapa aku tak suka dengan perpisahan, karena yang akan ku eja adalah kata jauh dan juga rindu.
Jauh adalah kata yang menakutkan, sekalipun hanya dalam imaji. Tak ada senyum ceria yang saling berbalas, karena semua terhalang oleh ribuan sekat yang memberi batas bernama jarak dan waktu.
Bagaimanapun juga, aku tetap tak suka dengan perpisahan. Karena selain kata jauh, aku juga harus mengenal yang namanya rindu. Lebih menyakitkan lagi ketika angin-angin berbisik bahwa rindu hanya akan terobati dengan temu. Lantas bagaimana dengan ketiadaan, dengan jarak yang terhampar, yang tak tahu seberapa jauh bisa ku kikis.

0 komentar:

Posting Komentar

Tulis saran dan kritik anda di sini. Harus menggunakan login akun @yahoo, @gmail, @hotmail atau yang lainnya

Silahkan berkomentar "anda sopan kami segan"